Tips Merawat Cipow lolohan ala Cheppy Burhan

Posted on

Untuk mencetak seekor cipow jagoan umumnya para cipow mania lebih memilih bakalan sejak dari piyik, dengan alasan pemasteran yang lebih mudah ketimbang memasteri burung cipoh mudah hutan. Namun meloloh burung yang masih piyik tentunya memerlukan atensi yang tinggi, baik dalam soal waktu pemberian pakan  dan jenis pakan yang diberikan.

Pada kesempatan kali ini Cheppy Burhan melalui Group Facebook GBCCSI membagikan tips merawat cipow lolohan nah berikut ini adalah tips merawat cipoh lolohan ala Cheppy Burhan :

Waktu Panen

Dalam melakukan panen piyik cipow sebaiknya jangan terlalu dini karena nantinya sobat cipman pasti akan kerepotan dan menghabiskan banyak waktu untuk meloloh piyik cipow, selain itu piyik yang terlalu muda juga masih membutuhkan suhu hangat dari induknya, namun jika telat dalam melakukan panen alhasil burung pun akan susah jinak atau bahkan sudah diterbangkan induknya. Melalui pertanyaan khusus, Cheppy Burhan mengatakan, masa panen yang tepat adalah 7 – 10 hari setelah cipow menatas.

Pakan Yang Diberikan

Dari kesimpulan yang di tulis Cheppy Burhan, ada beberapa pakan yang dapat diberikan pada cipow lolohan yaitu Jangkrik, Belalang, Ulat Hongkong dan Kroto.

Dikutip dari status Cheppy Burhan Melalui Group Facebook GBCCSI “Cipoh lolohan sebaiknya diberikan JK (jangkrik) UH (ulat hongkong) belalang dan kroto segar. Untuk JK (jangkrik) sebaiknya berikan jK yg berukuran sedang dan yg kecil saja yang kira-kira masuk ke tenggorokan cipow lolohannya, sebelum diberikan makan kecipow lolohan sebaiknya dibuang dulu kaki-kakinya dan kepalanya… Atau kepalanya dipencet hingga remuk baru berikan pada cipoh lolohannya…”

“Untuk UH (ulat hongkong) sebaiknya disiram terlebih dahulu dengan menggunakan air panas hingga mati, lalu dibilas dengan air bersih …. Kenapa harus disiram dengan menggunakan air panas? gunanya untuk menjaga agar UH tidak hidup didalam perut cipow karena banyak kasus UH masih hidup didalam tenggorokan sehingga menyebabkan bengkak pada perut burung dan akhirnya siburung matii…”

Menurut pengalam pribadinya, Cheppy Burhan mengatakan, Untuk pemberian menu pakannya dilakukan secara selang-seling, jika pada pagi hari diberikan menu Jangkrik, maka pada siang hari diberikan Ulat Hongkong, dan pada sore harinya dapat diberi kroto, namun mengingat harga kroto yang jauh lebih mahal dan sulit didapat, untuk sore harinya dapat digantikan dengan Jangrik dan Ulat Hongkong yang diberikan bersamaan.

Selain itu Cheppy Burhan juga menegaskan untuk usia piyik cipow dibawah 30 hari, tidak dianjurkan memberikan pakan voer halus yang dicampur air, karena hal ini dapat menyebabkan burung tersedak hingga dapat menyebabkan kematian, selain itu voer yang mengering di bibir paruh burung seringkali menyebabkan burung tidak dapat membuka paruh, untuk pemberian voer halus yang dicampurkan air sebaiknya diberikan setelah burung sudah dapat berdiri di tangkringan dan bulu-bulunya sudah tumbuh semua.

Nah, itulah penjelasan dari Cheppy Burhan yang mungkin dapat dijadikan ilmu untuk mencetak jagoan Anda, Salam Cipman – Cipow is my Life….